LESSON PLAN
TEORI
Program Studi : D IV Bidan
Pendidik
Mata Kuliah : ASKEB KOMUNITAS
Topik :
Pengembangan Wahana /Forum PSM
LP No. : Pertemuan Ke-1
Waktu : 2x50
Dosen : Devi
Haliyanti Subagio, Am.Keb
Objektif dari Silabus :
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan
mampu menggerakan dan meningkatkan peran
serta masyarakat dengan benar.
Sumber Pustaka :
1. Karwati,dkk. (2011). Asuhan
Kebidanan V Komunitas.Jakarta : CV. Trans Info Media
2. Meliani,
Niken, dkk. (2009). Kebidanan Komunitas.Yogyakarta:
Fitramaya
3. Mubarak,
Wahit Iqbal. (2012). Ilmu Kesehatan
Masyarakat: Konsep dan Aplikasi dalam
Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika
Bahan dan Sumber :
1.
LCD
2.
Hand Out
3.
SOP
4.
Papan Tulis
5.
Spidol
|
Waktu
|
Isi
|
Metoda &
Alat Bantu
|
||
|
7 menit
|
PENDAHULUAN
1. Mengucapkan
salam
2. Menayangkan
sebuah gambar kemudian menanyakan kepada mahasiswa apa yang bisa ditangkap dari gambar tersebut.
3. Dosen menanyakan tentang topik yang lalu mengenai asuhan
kebidanan komunitas kemudian menghubungkannya dengan topik yang akan dibahas.
4. Menyebutkan OPS
5. Menyebutkan garis besar materi yang akan disampaikan.
6. Menjelaskan bahwa materi ini merupakan materi yang
sangat penting untuk dipahami oleh mahasiswa sebagai bekal praktek saat
dilahan praktek yang sesungguhnya.
7. Menyebutkan referensi yang digunakan
|
Ceramah, Ilustratif, Tanya Jawab, Papan tulis dan LCD
|
||
|
METODA
Ceramah dan Tanya jawab
|
||||
|
OBJEKTIF PRILAKU MAHASISWA
Setelah topik pembahasan selesai
dibahas, mahasiswa diharapkan:
1.
Mampu menjelaskan wahana/ forum peran
serta masyarakat dengan tepat.
2.
Mampu
menjelaskan pembinaan peran serta masyarakat dengan tepat.
|
||||
|
10 menit
|
URAIAN MATERI
Explanation:
Dalam rangka menurunkan angka kematian
ibu dan bayi, banyak usaha telah dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan.
Jumlah tenaga kesehatan yang ada belum mampu mengatasi permasalahan permasalahan yang ada. Peran
serta masyarakat dalam meningkatkan kesehatan sebenarnya merupakan kunci
penyeleseian masalah masalah kesehatan. Bidan sebagai petugas kesehatan diharapkan
mampu menjangkau pelayananya sampai masyarakat. Untuk ektefitas peningkatan
pelayanan kesehatan, bidan bekerja sama dengan masyarakat untuk berperan
aktif dalam bidang kesehatan.
A.
Pengembangan
Wahana/Forum PSM
1.
Posyandu
Posyandu merupakan kegiatan nyata yang
melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan
dari-oleh-untuk masyarakat yang dilaksanakan oleh kader. Kader yang
ditugaskan adalah warga setempat yang telah dilatih oleh puskesmas.
Posyandu merupakan suatu forum
komunikasi, alih teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk
masyarakat oleh dan untuk masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan
keluarga berencana
Tujuan
dari Posyandu :
a. Menunjang
percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan AKB
b. Meningkatkan
pelayanan kesehatan ibu dan anak.
c. Mempercepat
penerimaan NKKBS
d. Meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kegiatan lain yang
menunjang peningkatan kemampuan hidup sehat
e. Pendekatan
dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan
cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan letak geografi
f. Meningkatkan
dan membina peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi untuk mampu
mengelola usaha usaha kesehatan masyarakat secara mandiri
g. Meningkatkan
peran lintas sector dalam penyelenggaraan Posyandu terutama berkaitan dengan
penurunan AKI dan AKB
Sasaran dari kegiatan Posyandu :
a.
Bayi yang berusia kurang dari 1
tahun
b.
Balita, usia 1-5 tahun
c.
Ibu hamil, ibu menyusui dan ibu
nifas
d.
Wanita usia subur
Syarat syarat untuk mendirikan
Posyandu disuatu
daerah adalah :
a.
Minimal 100 balita dalam 1 RW
b.
Terdiri dari 120 kepala keluarga
diwilayah tersebut
c.
Disesuaikan kemampuan petugas
(bidan desa)
d.
Jarak antara kelompok rumah,
jumlah kepala keluarga dalam 1 tempat/ kelompok tidak terlalu jauh.
Sistem yang digunakan pada pelaksanaan
Posyandu biasanya menggunakan sistem lima meja yang meliputi :
a.
Meja 1 : pendaftaran, pencatatan
bayi, balita, ibu hamil, ibu meneteki, pasangan usia subur
b.
Meja 2 : penimbangan berat badan
c.
Meja 3 : pengisian KMS
d.
Meja 4 : diketahui berat badan
anaik naik/turun,ibu hamil dengan resiko tinggi, pasangan usia subur yang
belum menjadi akspetor KB, penyuluhan kesehatan, pelayanan pemberian makanan
tambahan, oralit, vitamin A, tablet zat besi, kondom, pil KB untuk kunjungan
ulang
e.
Meja 5 : pemberian imunisasi,
pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, pelayanan KB
IUD/ suntik
Pondok
bersalin adalah suatu tempat yang didirikan oleh masyarakat atas dasar
musyawarah, sebagai kelengkapa dari pembangunan kesehatan masyarakat desa,
untuk memberikan pelayanan KIA dan KB. Pondok bersalin dikelola oleh bidan di
desa bekerja sama dengan dukun bayi, serta dibawah pengawasan dokter
puskesmas setempat. Pertolongan persalinan yang ditanganin di pondok bersalin
adalah persalinan normal.
a.
Syarat
pondok bersalin
1)
Ada
bidan dan tinggal di desa
2)
Tersedia
sarana dan prasarana untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi bidan antara
lain:
a)
Bidan
KIT
b)
IUD KIT
c)
Sarana
imunisasi dasar dan imunisasi ibu hamil
d)
Timbangan
berat badan ibu
e)
Pengukur
tinggi badan
f)
Infuse
set dan cairan dextrose 5% NaCl 0,9% obat-obatan sederhana dan uterotonika.
g)
Buku-buku
pedoman KIA, Kbh, dan pedoman kesehatan lainnya.
h)
Incubator
sederhana
i)
Pencatatan
dan pelaporan KIA
j)
Penyediaan
air bersih
k)
Ventilasi
cukup
l)
Penerangan
cukup
m)
Tersedia
sarana pembuangan air limbah
n)
Ukuran
3x4 meter persegi
o)
Lingkungan
pekarangan bersih
3)
Memenuhi
persyaratan rumah sehat antara lain :
a)
Penyediaan
air bersih
b)
Ventilasi
cukup
c)
Penerangan
cukup
d)
Tersedia
sarana pembuangan air limbah
e)
Ukuran
3x4 meter persegi
f)
Lingkungan
pekarangan bersih
4)
Lokasi
dapat dicapa dengan mudah oleh penduduk sekitarnya dan mudah dijangkau oleh
kendaraan roda empat
5)
Ada
tempat untuk melakukan persalinan dan perawatan postpartum minimal 1 tempat
tidur
b.
Tujuan
polindes mandiri
1)
Umum
Memperluas
jangkauan dan mutu pelayanan dan mendekatkan pelayanan KIA termasuk KB kepada
masyarakat juga sebagai informasi kesehatan tingkat desa.
2)
Khusus
a) Meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan
antenatal dan persalinan normal bekerja sama dengan fasilitator desa.
b)
Meningkatkan
kemitraan dukun bayi
c)
Meningkatkan
konsultasi dan penyuluhan kesehatan bagi ibu dan keluarganya, khususnya dalam
program KIA, KB, gizi, imunisasi dan pelayanan, penangggulangan diare dan
ISPA.
d)
Meningkatkan
pelayanan kesehatan bayi dan anak serta pelayanan kesehatan lainnya oleh
bidan sesuai dengan kewenagannya.
c.
Fungsi
polindes mandiri
Fungsi
polindes mandiri adalah :
1)
Sebagai
tempat pelayanan kesehatan ibu termasuk pelayanan medis KB.
2)
Sebagai
tempat informasi kesehatan di tingkat desa ( untuk konsultasi, penyuluhan,
dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat, dukun bayi dan kader)
d.
Kegiatan
yang dilaksanakan
Kegiatan
yang ada dipolindes diatur oleh bidan desa bekerjasama dengan dukun paraji
dan kader (posyandu, KPKIA) juga dengan fasilitator desa. Kegiatan ini
meliputi :
1)
Memeriksa
kehamilan termasuk memberikan imuniasasi TT pada ibu hamil dan deteksi diri
kehamilan.
2)
Menolong
persalinan normal dan persalinan dengan resiko sedang.
3)
Memberikan
memberikan pelayanan kesehatan ibu nifas dan ibu menyusui.
4)
Memberikan
pelayanan kesehatan neonatal, bayi, anak balita, dan anak sekolah serta
imunisasi dasar pada bayi.
5)
Memberikan
pelayanan keluarga berencana
6)
Mendeteksi
dan memberikan pertolongan pertama pada kehamilan dan persalinan yang
beresiko tinggi baik ibu maupun bayinya.
7)
Menampung
rujukan dari dukun bayi, kader, posyandu, dasa wisma/KP-KIA
8)
Melaksanakan
rujukan dukun bayi, kader, dasa wisma/KP-KIA
9)
Memberikan
penyuluhan kesehatan dan gizi
10) Mencatat dan melaporkan hasil kegiatan ke
Puskesmas.
e.
Pembinaan
dan pengawasan
Sarana yang
memberikan pelayanan kesehatan di desa, secara umum.
f.
Pembiayaan
Untuk
pelaksanaan polindes dipungut oleh pengelola yang ditetapkan oleh masyarakat
secara mufakat
g.
Perizinan
Diadakan
pengajuan regulasi/ legalisasi oleh pemerintah daerah.
h.
Pencatatan
dan pelaporan
Dilaksanakan
seperti yang berlaku untuk praktek bidan
3.
KB
KIA
Pengelolaan program KIA bertujuan
memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara
efektif dan efisien. Pemantapan program pelayanan KIA dewasa ini diutamakan
pada kegiatan pokok sebagai berikut :
a. Peningkatan
pelayanan antenatal care disemua fasilitas pelayanan dengan mutu sesuai
standart dan menjangkau seluruh sasaran.
b. Peningkatan
pertolongan persalinan ditujukan kepada peningkatan pertolongan oleh tenaga
kesehatan kebidanan secara berangsur
c. Peningkatan
deteksi dini dini rsikjo tinggi/komplikasi kebidanan baik oelh tenaga
kesehatan mauoun di masyarakat oleh kader dan dukun bayi serta penanganan dan
pengamatan secara terus menerus.
d. Peningkatan
penanganan komplikasi kebidanan secara adekuat dan pengamatan secara terus
menerus oleh tenaga kesehatan
e. Peningkatan
pelayanan neonatus dan ibu nifas dengan mutu sesuai standart serta menjangkau
seluruh sasaran.
4.
Dasa
Wisma
Kelompok ibu
dari 10 rumah yang bertetangga dimana kegiatannya diarahkan untuk
meningkatkan kesehatan keluarga seperti arisan, pembuatan jamban, sumur,
Pengembangan dana sehat (PMT, pengobatan ringan, membangun sarana sampah dan
kotoran)
5.
Tabulin
Tabulin
adalah uang yang dikumpulkan oleh ibu hamil dan disimpan sendiri di rumah, di
bank atau dibidan yang akan membantu persalinan. Selain berbentuk uang,
simpanan dapat berbentuk hewan ternak, emas, dsb yang ketika waktunya tiba
dapat dijual dan hasilnya digunakan untuk biaya persalianan
Ditambahin yang dasolin
6.
Donor
Darah Berjalan
Tahapan :
1) Fasilitasi
warga untuk menyepakaati pentingnya tahu golongan darah
2) Jika
warga belum mengetahui golongan darahnya, maka perlu dilakuakn pemeriksaan
golongan darah bagi seluruh warga yang memenuhi syarat menjadi donor darah
3) Hubungi
pihak puskesmas untuk menyelenggarakan pemeriksaan golongan darah
4) Buatlah
daftar golongan darah ibu hamil dan tanggal perkiraan lahirnya, kemudian
kumpulkann nama warga yang golongan darahnya sama dengan ibu hamil.
5) Usahakan
semua ibu hamil punya daftar calon donor darah sesuia golongan darahnya.
6) Buatlah
kesepakatan dengan calon donor darah untuk selalu siap 24 jam, sewaktu waktu
ibu hamil memerlukan transfuse
7) Buat
kesepakatan dengan unit transfuse drah, agar warga yang siap menjadi donor
darah diprioritaskan untk diambil darahnya terutama bagi ibu bersalin
Contoh
mapingdonor darah
7.
Ambulan
Desa
Ambulan
desa adalah suatu alat transportasi yang dapat digunakan untuk mengantar
warga yang membutuhkan pertolongan dan perawatan ditempat pelayanan
kesehatan.
Contoh ambulan desa => seseaikan dengan geograpis
dan maping
A.
Pembinaan Peran Serta Masyarakat
Untuk mengurangi angka
kematian dan kesakitan ibu dan bayi bidan haruslah dapat bekerjasama dengan
masyarakat. Masyarakat dapat dibina dalam proses tersebut. Bentuk Masyarakat
dapat dibina dalam proses tersebut.
1.
Pendataan sasaran
Pendataan dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan dipantau
tenaga kesehatan. Data sasaran yang diperoleh antara lain data jumlah ibu
hamil, jumlah bayi dan balita, jumlah pasangan usia subur, jumlah ibu nifas,
jumlah lanjut usia, dan lain-lain. Data yang ada haruslah data yang baru dan
senantiasa diperbarui apabila terjadi perubahan.
Contoh maping
Masyarakat diharapkan lebih perhatian terhadap masyarakat sekitarnya,
apabila ada kelahiran atau kematian bayi dan ibu segera dicatat dan
dilaporkan. Pencatatan kelahiran berupa kapan kelahiran tersebut, siapa
penolong persalinan, dan bagaimana kondisi bayi dan ibu. Untuk pencatatan
kematian bayi dan ibu haruslah dicantumkan penyebab kematian tersebut dan
pertolongan yang telah dilakukan.
Dalam memberikan pelayanan KIA , tidak semua masyarakat mau untuk
menerimanya. Cara yang cukup efektif untuk menggerakan masyarakat adalah dari
mereka sendiri, mungkin dapat dilakukan oleh kader yang telah dilatih, tokoh
masyarakat, tokoh agama. Dalam hal ini seorang bidan haruslah mampu menjaga
hubungan baik dengan tokohmasyarakat, tokoh agama setempat.
Apabila terjadi kegawatdaruratan di daerah tersebut dan memerlukan
tindakan rujukan segera ketempat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi,
abulan desa dapat digunakan. Ambulan desa dalam hal ini adalah kendaraan yang
digunakan untuk proses rujukan baik milik pribadi yang telah disepakati untuk
ambulan desa maupun kendaraan milik bersama, dapat berupa kendaraan bermotor,
mobil, becak, dan lain-lain.
Salah satu bentuk bantuan biaya adalah dana social bagi ibu bersalin.
Apabila disuatu daerah ditemukan warganya yang secara kemampuan ekonomi
kurang akan tetapi dihadapkan pada suatu keadaan yang membutuhkan pelayanan
masyarakat, warga bertanggungjawab untuk membantu biayanya. Besar dan bentuk
bantuan diserahkan kesepakatan masyarakat, misalnya dikenai iuran rutin
setiap bulannya dan dikumpulkan untuk KAS kesehatan.
Contoh
cara pengumpulan
Masyarakat yang siap menjadi donor didata golongan darahnya, alamat dan
bagaimana cara menghubungi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan donor darah.
Salah satu bentuk pembinaan masyarakat adalah dengan menyelenggarakan
pertemuan rutin antara masyarakat dan bidan. Dalam pertemuan tersebut kembali
diingatkan dan dibahas permasalahan kesehatan di daerah tersebut dan
bagaimana menjadikan daerah tersebut adalah desa siaga.
|
Metoda: Ceramah dan diskusi
Media:
Multi media
|
||
|
|
LATIHAN MAHASISWA
Tidak ada evaluasi
|
|
||
|
2 Menit
|
KESIMPULAN
1. Peran serta masyarakat adalah proses dimana individu, keluarga, dan
lembaga mansyarakat termasuk swasta dalam mengambil tanggung jawab atas
kesehatan diri, keluarga dan masyarakat.
2.
a.
Pendataan
sasaran
b.
Pencatatan
Kelahiran dan Kematian bayi dan Ibu.
c.
Penggerakan
sasaran agar mau menerima/ mencapai pelayanan KIA
d.
Pengaturan
transportasi setempat yang siap di pakai untuk rujukan kegawatdaruratan
e.
Pengaturan
bantuan biaya bagi masyarakat yang tidak mampu
f.
Pengorganisasian
donor darah berjalan
g.
Pelaksanaa
pertemuan rutin GSI dalam promosi “suami bidan dan desa siaga”
|
Metoda:
Ceramah
|
||
|
3 Menit
|
EVALUASI
|
Metoda:
Tanya Jawab
Media:
LCD
|
||
|
3 Menit
|
PENUTUP
1.
Menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran
hari ini telah tercapai.
2.
Menjelaskan mengenai materi topik
yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
3.
Mengucapkan salam
|
Ceramah
|
||
|
CATATAN:
|
||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar